Make your own free website on Tripod.com

Journal of Pharmaceutics

Majalah Farmaseutik Volume 2, (1998), Number: 2

----------------------------------------------------

Article 1. (number of pages: 10; original language: indonesian)

PENINGKATAN KELARUTAN DEKSAMETASON MELALUI PEMBENTUKAN DISPERSI PADAT DENGAN PEMBAWA HIDROKSIPROPIL SELULOSA*

SOLUBILITY ENHANCEMENT OF DEXAMETHASONE DUE TO HYDROXYPROPYL CELLULOSE MIXED BY SOLID DISPERSION SYSTEMS*

Iskandarsyah**, Achmad Fudholi*** dan Riswaka Sudjaswadi***

**Jurusan Farmasi FMIPA-UI, Jakarta ***Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta

ABSTRAK

Telah dilakukan usaha meningkatkan kelarutan deksametason melalui pembentukan dispersi padat dengan pembawa hidroksipropil selulosa. Interaksi yang terjadi antara deksametason dengan bahan pembawa diuji melalui termal analisis, difraksi sinar X dan spektrofotometri infra merah.

Hasilnya menunjukkan bahwa kelarutan deksametason dari dispersi padat meningkat hingga 47,3% lebih tinggi dibanding kelarutan deksametason sendiri. Kelarutan deksametason dari serbuk campuran fisik tidak menunjukkan perbedaan dengan kelarutan deksametason sendiri. Peningkatan kelarutan ini tampaknya berhubungan dengan efek penghambatan kristalisasi deksametason sehingga sebagian besar berada dalam bentuk amorf. Interaksi antara deksametason dengan hidroksipropil selulosa tampak terjadi melalui ikatan hidrogen dan ikatan van der Waals.

Kata kunci : dispersi padat, kelarutan, deksametason, hidroksipropil selulosa.

ABSTRACT

In order to investigate the solubility enhancement of dexamethasone, a poorly water soluble drug, due to hydroxypropyl cellulose mixed by solid dispersion systems, the study had been carried out. The interaction between the drug and excipient was observed by using the differential scanning calorimetry (DSC), the X-rays diffraction (XRD) and the infra red spectrophotometric methods.

The results showed that the solubility of dexamethasone at 37oC+0.5oC obtained from the solid dispersion was significantly higher than that from the triturated powder. The higher solubility was likely due to the inhibitory effect of hydroxypropyl cellulose on the crystallization process of dexamethasone that resulted in an amorphous form dispersed in the solid dispersion. The interaction between the drug and excipient seemed to be the hydrogen and van der Waals bonding.

Key Words : solid dispersion, solubility, dexamethasone, hydroxypropyl cellulose

 

----------------------------------------------------

Article 2. (number of pages: 8; original language: indonesian)

 

PENGARUH KADAR POLIETILENGLIKOL (PEG)-6000 TERHADAP PELEPASAN NATRIUM SALISILAT DARI SUPPOSITORIA SECARA IN VITRO

 

EFFECT OF POLYETHYLENEGLICOL (PEG)-6000 TO THE IN-VITRO RELEASE OF SODIUM SALISILAT FROM SUPPOSITORIA BASE

 

Mimiek Murrukmihadi

Bagian Farmasetika, Fak. Farmasi Universitas Gadjah Mada

 

Abstrak

 

Telah dilakukan penelitian terhadap pelepasan Natrium Salisilat dari sediaan suppositoria dengan basis campuran Polietilen glikol 1000 dan Polietilen glikol 6000. Penelitian ini dilakukan dengan cara pembuatan suppositoria Natrium salisilat kadar 100 mg dan basis campuran Polietilen glikol 6000 dan Polietilen glikol 1000 dengan perbandingan dalam persen yaitu ; 100:0 ; 90:10 ; 80:20 ; 70:30 ; 60:40 ; 50:50 ;40:60 ; 30:70 ; 20:80 ; 10:90 ; 0:100. Kemudian diteliti pelepasan Natrium Salisilat dalam hal ini kecepatan pelarutannya ( "DE60").

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Polietilen glikol 6000 mempengaruhi menurunkan kecepatan pelarutan Natrium Salisilat.

 

Kata kunci: supoositoria, natrium salisilat, PEG-6000

 

abstract

 

The in vitro release of sodium salicylate from suppository base containing polyethyleneglicol (PEG)-6000 has been performed. PEG-600 was mixed with PEG-1000 to be a convenient suppository base at the percentage of 100; 90; 80; 70; 60; 50 ;40; 30; 20; 10; 0 and then mixed with 100 mg sodium salicylate each to become suppository dosage form. The dosage forms were then studied their release to the medium (DE60).

The results showed that the addition of PEG-600 decreased the release of sodium salicylate from suppositories.

 

Key-words: suppository, sodium salicylate, PEG-6000

 

----------------------------------------------------

 

Article 3. (number of pages: 6; original language: indonesian)

 

UJI KESERAGAMAN BOBOT DAN KESERAGAMAN KADAR SEDIAAN PULVERES YANG DIBUAT APOTIK DI YOGYAKARTA

The Weight and Content Uniformity tests of Pulveres dispensed in "Apotik" in Yogyakarta

Lulut Sugijanto

Bagian Farmasetika Fakultas Farmasi UGM

Abstrak

Telah dilakukan penelitian tentang keseragaman bobot dan keseragaman kadar bentuk sediaan Pulveres yang diracik dari bentuk sediaan tablet di Apotik. Sebagai model penelitian digunakan resep parasetamol 125 mg/bungkus, sampel (20 bungkus) diambil dari 10 Apotik di Yogyakarta yang dipilih secara acak.

Uji keseragaman bobot dilakukan dengan cara yang tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III, sedangkan Uji keseragaman kadar dilakukan dengan menetapkan kadar parasetamol tiap bungkus secara spektrofotometer.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel pulveres yang diperiksa hanya 4 sampel yang memenuhi keseragaman bobot dan keseragaman kadar. Semua sampel yang tidak memenuhi keseragaman bobot ternyata juga tidak memenuhi keseragaman kadar.

Kata kunci : Pulveres, keseragaman bobot, keseragaman kadar, parasetamol.

 

Abstract

The weight and content uniformity tests of Pulveres (divided powders) dosage forms were dispensed from tablets in "Apotik" have been investigated. Prescribed Paracetamol 125 mg per packet was used as model of investigation. The sample (20 packets) were selected at random in ten "apotik" in Yogyakarta.

In here, we used procedure weight uniformity test in "Farmakope Indonesia", Ed. III, and Spectrophotometer for content uniformity test.

The result showed only that four of ten samples fulfill the weight and content uniformity requirements. All of that donít fulfill the weight uniformity requirement, donít fulfill the content uniformity requirement, too.

Key-words : Pulveres, weight and content uniformity, paracetamol.

 

----------------------------------------------

 

Article 4. (number of pages: 13; original language: indonesian)

 

ANALISIS UKURAN PARTIKEL LIPOSOM DIMIRYSTOYL PHOSPHATIDYLCHOLINE (DMPC) DENGAN METODE PHOTON CORRELATION SPECTROSCOPY (PCS)

 

PARTICLE ANALYSIS OF LIPOSOME DIMIRYSTOYL PHOSPHATIDYLCHOLINE (DMPC) BY PHOTON CORRELATION SPECTROSCOPY (PCS)

 

Achmad Fudholi

Lab. Teknologi Farmasi, Fak. Farmasi UGM

 

Abstrak

 

Photon Correlation Spectroscopy (PCS) adalah metode pengukuran partikel pada daerah dimensi mikron. Untuk partikel dengan ukuran yang sekecil ini metode yang banyak digunakan adalah teknik mikroskop elektron. Walaupun demikian teknik ini mempunyai banyak keterbatasan , seperti sampel yang sedikit (yang tak dapat mewakili seluruh cuplikan) dan kerja yang rumit. Metode PCS mampu mengeliminasi kekurangan tersebut.

Telah dilakukan pengukuran partikel liposom DMPC dengan metode PCS. Liposom DMPC dibuat dengan melarutkan dimyristoyl phosphatidylcholine dalam khloroform. Liposom yang terbentuk setelah hidratasi lapisan fosfolipid lalu dibekukan dalam nitrogen cair . Kemudian bekuan yang didapat dicairkan lagi lalu dianalisis ukuran dan distribusi partikelnya. Setelah itu liposom dibagi menjadi dua bagian untuk diberi perlakuan getaran ultrasonik dan penetrasi melewati membran filter polikarbonat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode PCS sangat cepat dan efektif untuk digunakan dalam menganalisis partikel liposom dengan memberikan data secara serentak pengamatan ukuran partikel, distribusi partikel, koefisien difusinya, dan waktu pengamatan sampel. Diameter partikel liposom yang terbentuk setelah hidratasi lapisan fosfolipid dan pembekuan dalam nitrogen cair adalah 894,9 nm dengan tipe MLV. Pemberian perlakuan getaran ultrasonik akan mengecilkan ukuran partikel sampai 51,7 nm, dan bahkan pemberian getaran ultrasonik selama 20 dan 30 menit dapat merubah tipe liposom dari MLV menjadi SUV. Perlakuan dengan penetrasi lewat membran polikarbonat juga berakibat pengecilan ukuran partikel liposom. Makin banyak penetrasi yang dilakukan maka ukuran partikel makin kecil. Harga koefisien difusi (D) dan sample time yang diperoleh berbanding terbalik dengan ukuran partikel.

 

Kata kunci : Liposom DMPC, Photon Correlation Spectroscopy (PCS).

 

Abstract

Photon Correlation Spectroscopy (PCS) is a means of measuring particles typically in submicron region. For particles this small there is only one major competing technique and this is electron microscopy. However, electron microscope works are slow , sample preparations can tedious and we can only measure a small amount of sample that may be unrepresentative. PCS has the ability to eliminate the disadvantage of this methode.

Particle analysis of Liposome DMPC has been studied. Liposome DMPC was made by dissolve dimyristoyphosphatidyl choline in chloroform. After hydratation of fosfolipid film in aqueous liquid, liposome was frozen then in liquified nitrogen and directly be heated and analyzed by PCS methode.

Liposome DMPC was divided afterthat on two portions, to realize an ultrasonic vibration for the one part and penetration on polycarbonate filtre for the other part. The result showed that PCS methode has an ability to measure materials that are living in a short time, to analyze the diameter, distribution and coeficient of diffusion. The diametre of particles liposome formed after hydratation of fosfolipid film and frozen in liquified nitrogen was 894,9 nm. The type of liposome particles was MLV . The ultrasonic vibration reduced the particles diametre to 51,7 nm, and transformed them to SUV type after 20 minutes of vibration. Penetration through the policarbonat filtre reduced the particles diametre , and the reduction of particles was more efective with the rise of the number of penetration. The sample time and diffusion coefficient showed decrease as a function of particle size diminution.

Key words : Liposome DMPC, Photon Correlation Spectroscopy (PCS).

 

-------------------------------------