Make your own free website on Tripod.com
Indonesian Journal of Pharmacy

Majalah Farmasi Indonesia (MFI) Volume 9(1998), Number: 4

 
Article 1. (number of pages: 7; original language: english)

IN VITRO CLEAVAGE OF SUPERCOILED DOUBLE STRANDED DNA BY CRUDE EXTRACT OF Annona squamosa L.*

PEMOTONGAN DNA SUPERKOIL UNTAI GANDA SECARA IN VITRO OLEH EKSTRAK GUBAL Annona squamosa L.
 

Sismindari 1), Atina Hussana 2) and Sofia Mubarika 3)
1)Faculty of Pharmacy, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia.
2) Faculty of Pharmacy, Achmad Dahlan University, Yogyakarta, Indonesia.
3) Faculty of Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia.

ABSTRACT

 The ability of cleaving supercoiled double stranded DNA has recently been found in several  ribosome-inactivating proteins (RIP), a group of toxic proteins produced in plants, such as: trichosantin from Trichosanthes kirilowii, ricin from Ricinus communis and pokeweed antiviral protein (PAP) from Phytalocca americana. This potent activity makes them excellent candidates as the toxic part of immunotoxin for cancer therapy.
The supercoiled DNA cleaving  activity was used to identify the presence of RIP in Annona squamosa, a plant which has been traditionally used to prevent pregnancy.
Results showed that the crude extract of A.squamosa seeds expressed enzymatic activity to cleave supercoiled double stranded DNA into a nick circular conformation at low concentrations. Incubation at high concentration indicated that supercoiled DNA was cleaved into a linear form. However, it had no effect on a linear DNA. It can be concluded that A. squamosa seeds contains RIP-like protein.

Key word : Ribosome-inactivating protein (RIP), Annona squamosa L.

ABSTRAK

Kemampuan untuk memotong DNA superkoil untai ganda secara in-vitro akhir-akhir ini diketahui dimiliki oleh beberapa ribosome-inactivating protein (RIP), yakni sekelompok protein toksik yang dihasilkan oleh beberapa tanaman, seperti: trichosantin yang berasal dari tanaman Trichosanthes kirilowii, ricin dari Ricinus communis dan pokeweed antiviral protein (PAP) dari Phytalocca americana. Aktivitas ini akan dapat menjadikan RIP sebagai ujung toksik dari suatu immunotoksin untuk pengobatan penyakit kanker
Aktivitas memotong DNA superkoil ini digunakan untuk menguji adanya kandungan RIP dalam Annona squamosa, yakni tanaman yang secara tradisional telah digunakan sebagai pencegah kehamilan.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak gubal A.squamosa mempunyai aktivitas memotong DNA superkoil memjadi bentuk nik sirkuler pada kadar rendah. Inkubasi pada kadar yang tinggi menunjukkan bahwa, DNA superkoil terpotong menjadi bentuk liniernya. Akan tetapi hal ini tidak berefek terhadap  DNA linier. Sehingga dapat disimpulkan bahwa A.squamosa mengandung suatu protein sejenis RIP.

Kata kunci : Ribosome-inactivating protein (RIP), Annona squamosa L.
 

 
Article 2. (number of pages: 5; original language: indonesian)

PENGARUH AFINITAS ANTIBODI MONOKLONAL SPESIFIK TERHADAP REDISTRIBUSI DIGOKSIN PLASMA
PADA TIKUS PUTIH

THE INFLUENCE OF AFFINITY OF SPECIFIC MONOCLONAL ANTIBODIES ON DIGOXIN PLASMA REDISTRIBUTION IN RAT

Djoko Wahyono
Lab. Farmakologi dan Toksikologi, Fak. Farmasi UGM.

ABSTRAK

Penggunaan antibodi poli maupun monoklonal sebagai antidotum telah banyak dilaporkan. Pada penelitian ini pengaruh tetapan afinitas antibodi monoklonal spesifik anti digoksin terhadap disposisi  digoksin di dalam plasma tikus putih jantan telah diteliti. Tiga puluh menit setelah infus larutan digoksin, pemberian berturut-turut AbM 1C10, 6C9 dan 9F5 (KA =6x109; 3,1x108 dan 2,5x107 M-1) menunjukkan kenaikan kadar total digoksin plasma yang linear  dengan tetapan afinitas. Fraksi digoksin bebas di dalam plasma berturut-turut tinggal : 3,38 ? 0,7; 8,69 ? 0.29 dan 75,34 ? 7,52 % dibandingkan dengan 77,42 ? 2,02 % setelah pemberian imunoglobulin G (IgG) kontrol. Hal ini memberikan indikasi bahwa efek antidotum AbM tergantung pada besarnya tetapan afinitas yang dapat dilihat dari disposisi digoksin plasma.

Kata kunci : digoksin, antibodi monoklonal, redistribusi.

ABSTRACT

Poly  and monoclonal antibodies specific against digoxin  have been reported as a drug reversal in the intoxication case. The effect of three monoclonal digoxin specific antibodies (MAbs) on total and free digoxin plasma disposition was studied in rats in order to determine the role of affinity constant (Ka). Thirty minutes after digoxin infusion, administration of the 1C10, 6C9 and 9F5 IgG (Ka = 6x109; 3.1x108 and 2.5 x107 M-1,  respectively) increase the total digoxin plasma linearly related to Ka. The mean fraction of the free plasma digoxin was 3.38 ?  0.7; 8.79 ?  0.29 and 75.34 ? 7.52 % respectively after 1C10, 6C9, and 9F5 IgG infusion in comparison to 77.42 ?  2.02 % in the IgG control group. This  indicates that the effect of drug-reversal in plasma using monoclonal antibodies - specific depends on the affinity constant (Ka).

Key words : digoxin, monoclonal antibodies, redistribution
 

----------------------------------------------------

 
Article 3. (number of pages: 8; original language: indonesian)

PENGARUH DAPAR FOSFAT TERHADAP STABILITAS ASTEMIZOL

EFFECT OF PHOSPHATE BUFFER ON ASTEMIZOL STABILITY

Noorma Rosita  1)  dan Suwaldi Martodihardjo2)
1) Fak. Farmasi Universitas Airlangga, Surabaya, 2) Fak. Farmasi UGM, Yogyakarta

 ABSTRAK

Astemizol, suatu antihistamin non sedatif, digunakan dalam penelitian ini untuk diketahui data stabilitasnya oleh pengaruh dapar fosfat.
Uji stabilitas astemizol oleh pengaruh suhu dan pH dilakukan dalam dapar fosfat 0,02 M dengan pH 8,0, 9,0, 10,0, dan 11,0  pada suhu 50o, 60o, dan 70oC. Pengaruh dapar fosfat terhadap stabilitas astemizol dilakukan dalam berbagai kadar fosfat dalam dapar dengan pH 11,0  pada suhu 70oC. Kekuatan ionik (?) larutan pada uji stabilitas dibuat sama sebesar 0,30.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi degradasi astemizol berjalan mengikuti kinetika reaksi orde pertama. Penggunaan dapar fosfat mempercepat degradasi astemizol.  Daya katalisis PO4=- > HPO4= > H2PO4-. Pada rentang pH 8,0 sampai dengan 11,0 reaksi degradasi tidak dikatalisis oleh basa spesifik.

Kata kunci: astemizol, stabilitas, dapar, fosfat.

ABSTRACT

Astemizol, a nonsedative antihistamine, was used in this study due to its stability has yet been reported. The stability testing of astemizol at various pH was carried out in the phosphate buffer 0.01 M at 50, 60, and 70oC. General acid and base catalyzed degradation of astemizol in phosphate buffer was determined at various pH at 70oC. The ionic strength used was 0.30.
The results showed that astemizol degradation followed first order kinetics. The phosphate buffer accelerated astemizol degradation. The highest value of catalyzation constant of the species was PO4=-, followed by HPO4= and H2PO4-. Specific base catalyzed degradation of astemizol was undetectable in the pH range of 8.0 - 11.0.

Key Words: Astemizol, stability, phosphate, buffer.

------------------------------------------------------

 

Article 4. (number of pages: 8; original language: indonesian)

KARAKTERISASI SENYAWA ANTIMIKROBA ISOLAT Aspergillus   sp.  HASIL ISOLASI DARI TANAH

CHARACTERIZATION OF ANTIMICROBIAL COMPOUNDS OF Aspergillus    sp. ISOLATED FROM SOIL

Noer Kasanah, Amini dan Wahyono
Lab. Mikrobiologi Farmasi, Fak. Farmasi Universitas Gadjah Mada

ABSTRAK

Berdasarkan hasil uji dengan metode plug diketahui bahwa isolat fungi Aspergillus sp hasil skrining dari tanah mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik senyawa antimikroba yang dihasilkan oleh Aspergillus sp.
Karakteristik dilakukan dengan metode analisis sistematik antibiotik, kromatografi  dengan variasi pH, identifikasi secara fisik dan kimia dan uji aktivitasnya pada beberapa mikrobia uji secara in vitro.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut dapat digolongkan sebagai antibiotik yang menghambat bakteri Gram positif dan Gram negatif tidak aktif terhadap fungi. Senyawa tersebut bersifat polar, netral, merupakan senyawa aromatis dengan gugus hidroksi dan lakton.

Kata kunci : senyawa antimikroba,  Aspergillus sp., mikroorganisme tanah

ABSTRACT

Based on a plug assay method, fungus Aspergillus sp from soil screening has been identified to have an ability to inhibit the growth of other microorganism. The aim of this research was to characterize antimicrobial compounds from this fungus.
Characterization was carried out by systematic analysis of antibiotic, pH chromatography, physical and chemical identifications, and bioassay on several tested microorganisms by agar diffusion   method.
The results have  shown that compound from Aspergillus sp could be classified as antibiotic, which inhibits Gram-positive and negative bacteria but inactive against fungus. The compound was a polar, neutral, and aromatic compound with hidroxyl and lacton groups.

Key word : antimicrobial compounds, Aspergillus sp., soil microorganism
 

------------------------------------------------------

 

 Article 5. (number of pages: 6; original language: indonesian)

PENGARUH EUCHEUMA SPP. TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH TIKUS PUTIH GALUR WISTAR

THE EFFECT OF EUCHEUMA SPP. ON BLOOD CHOLESTEROL LEVEL OF WHITE WISTAR RAT

Elin Yulinah Sukandar, Iwang Soediro dan Bernard Thomi Fambrene
Jurusan Farmasi FMIPA-ITB

ABSTRAK

 Rumput laut sudah lama dikenal di Indonesia dan dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan, kosmetik, bahan pembantu obat dan obat termasuk antihiperkolesterolemia.
 Untuk membuktikan secara ilmiah efek rumput laut sebagai antihiperkolesterolemia maka telah diteliti pengaruh ekstrak air tiga jenis Eucheuma yaitu Eucheuma spinosum, Eucheuma alvarezii dan Eucheuma striatum terhadap kadar kolesterol darah tikus putih jantan galur Wistar hiperkolesterolemia. Induksi hiperkolesterolemia dilakukan secara endogen dengan propiltiourasil dan secara eksogen dengan makanan mengandung kolesterol tinggi
 Hasil menunjukkan bahwa ketiga ekstrak menurunkan kolesterol darah secara bermakna (P <0,02). Penurunan kolesterol oleh ekstrak air E. spinosum, E. alvarezii dan E. striatum berturut-turtr 30,86%, 28,74% dan 22,17%

Kata kunci : Eucheuma spinosum, Eucheuma alvarezii, Eucheuma striatum,antihiperkolesterolemia.

ABSTRACT

 For years algae has been recognized in Indonesia for long time and used as a raw material for food, cosmetics, an additive of drug preparations and medicine including antihypercholesterolemia.
In order to evaluate the antihypercholesterolemic effect of algae, the influence of three water extracts of Euheuma species namely Eucheuma spinosum, Eucheuma alvarezii and Eucheuma striatum on blood cholesterol level of male white hypercholesterolemic Wistar rats has been studied. The hypercholesterolemia was induced by the administration of propylthiouracyl as an endogenous inducer and by nutritions containing high cholesterol as an exogenous inducer. The results showed that the three extracts rendered blood cholesterol level significantly (P <0.02). The cholesterol decrease due to E. spinosum, E. alvarezii and E. striatum were 30.86%, 28.74% and 22.17% respectively.
 

------------------------------------------------------------------------------

 
 Article 6. (number of pages: 6; original language: indonesian)

PENGHAMBATAN  SIKLOOKSIGENASE OLEH SIKLOVALON DAN TIGA SENYAWA ANALOGNYA

INHIBITION OF CYCLOOXYGENASE BY CYCLOVALONE AND ITS THREE ANALOGUE COMPOUNDS

*Arief Nurrochmad, **Supardjan A.M, dan **Sardjiman
*Lab. Farmakologi & Toksikologi Fak. Farmasi UGM
**Lab. Molekul Nasional, Bag. Kimia Farmasi Fak. Farmasi UGM

ABSTRAK

       Siklovalon (A1) dan tiga senyawa analognya (A11, B1, dan B11) merupakan modifikasi struktur kurkumin. Modifikasi struktur tersebut  digunakan sebagai petunjuk dalam perencanaan struktur untuk menemukan obat antiinflamasi baru yang lebih poten, spesifik dan kurang toksik.
          Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek penghambatan aktivitas siklooksi- genase, sebagai salah satu mediator inflamasi melalui mekanisme inhibisi enzim siklooksigenase. Siklooksigenase diperoleh dari keping darah segar manusia. Kadar senyawa uji (A1, A11, B1, dan B11) yang digunakan adalah 0,6; 3; 15; 30; dan 50 µM. Sebagai pembanding digunakan senyawa baku yaitu: kurkumin, aspirin, dan indometasin. Data dianalisis dengan membandingkan kadar senyawa uji dengan persentase inhibisi enzim.
      Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklovalon dan tiga senyawa analognya mempunyai potensi inhibisi yang kuat. Pada kadar 0,6 µM potensi senyawa A11, B1, dan B11 lebih kuat dibandingkan senyawa induknya (kurkumin), walaupun masih lebih rendah dibandingkan aspirin dan indometasin. Pengaruh substitusi dimetil pada senyawa A11dan B11 relatif meningkatkan kemampuan inhibisi enzim lebih kuat dibanding adanya substitusi metoksi pada senyawa A1 dan B1. Perubahan siklisasi atom C- gugus keton dari bentuk sikloheksanon menjadi siklopentanon relatif meningkatkan kemampuan inhibisi enzim bila substitusi samping berupa metoksi, dan bila subsitusi samping berupa metil relatif tidak berpengaruh

Kata kunci: siklovalon, siklooksigenase, antiinflamasi

ABSTRACT

          Cyclovalone (A1) and its three analogues (A11, B1, and B11), are modified from curcumin which is used as a lead compound to find a more potential, selective and less toxic anti-inflammatory drugs.
         This study aimed to investigate the inhibition of cyclooxigenase enzyme. The experiments were performed using human platelets that obtained from fresh human blood as a source of cyclooxygenase. The concentration of the compound tested A1, A11, B1, and B11 were 0.6; 3; 15; 30; 50 µM respectively. Curcumin, aspirin, and indomethacin were used as references. Data was analyzed by comparing the concentration of tested compounds and enzyme inhibition percentage.
 The results showed that cyclovalone and its three analogues have had potential inhibitory activities. At the concentration of 0,6 µM, the potency of tested compounds A11, B1, and B11 were stronger than that of the lead compound (curcumin), however aspirin and indomethacin were still higher. The influence of dimethyl substitution of A11 and B11 compounds enhanced the ability to inhibit the enzyme than that of methoxy substitution. The modification of the C-cyclic chain of keton group from cyclohexanon to cyclopentanon relatively increased the ability to inhibit the enzyme if the side substitution was methoxy  group, whereas methyl substitution did not show any significant changes.

Key word: cyclovalone, cyclooxygenase, anti-inflammatory activity

------------------------------------------------------------------------------

 
 Article 7. (number of pages: 9; original language: indonesian)

BIOAKUMULASI HIDROKARBON POLISIKLIK AROMATIK (PAH)  DALAM  PLANKTON DI PERAIRAN CILACAP
 
BIOACCUMULATION OF THE POLYCYCLIC AROMATIC  HYDROCARBON (PAH) IN PLANCTON AT CILACAP WATERS
 
Endang Lukitaningsih dan Sri Noegrohati
Bag. Kimia Farmasi, Fak. Farmasi UGM
 
ABSTRAK

 Senyawa  hidrokarbon  polisiklik  aromatik  (PAH)  adalah kelompok  senyawa  kimia yang struktur  dasarnya  terdiri dari  atom-atom karbon dan hidrogen yang  tersusun  dalam bentuk fusi dua atau lebih cincin aromatik (benzena). PAH terutama dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan-bahan organik pada temperatur yang sangat tinggi, seperti  pada  gasifikasi  dan likuifikasi  batu  bara,  kebakaran hutan,  letusan gunung berapi dan limbah  industri.  Oleh  karena itu, di kawasan industri Cilacap besar kemungkinan  dapat  ditemukan  PAH  dengan  konsentrasi  yang  tinggi. Berdasarkan struktur kimianya, PAH memiliki lipofilisitas yang tinggi dan dapat terakumualasi hingga mencapai kadar yang membahayakan pada sistem biologis termasuk plankton. Oleh   karenanya,   plankton  dapat   digunakan   sebagai  indikator terhadap adanya pencemaran PAH dalam air.
 Tujuan   penelitian   ini  adalah   mempelajari   tingkat bioakumulasi  PAH  dalam  plankton  di  perairan  Cilacap dengan  membandingkan kadar PAH dalam plankton dan  dalam air.  Sampel  plankton diambil dari  Kali  Donan,  Segara Anakan  dan Selat Nusakambangan. PAH disari dari  sampel, dilakukan   clean-up,   dan   dianalisis   dengan    High  Performance  Chromatography (HPLC) menggunakan fase  diam C18, fase gerak gradien konsentrasi acetonitril-air,  dan detektor UV-Fluorometer. Untuk mengetahui kondisi habitat plankton   dilakukan  penetapan  parameter   fisika-kimia sampel air di mana plankton hidup.
 Hasil   penelitian  menunjukkan  bahwa   kisaran   faktor bioakumulasi (BAF) PAH adalah 102  -  106.

Kata kunci : PAH, plankton, faktor bioakumulasi

ABSTRACT

 The Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH) are a class of compounds with a basic structure consisting of carbon and hydrogen  atoms  arranged in two or more  fused  aromatic (benzene)   rings.   PAHs  are  primarily   the products   of incomplete  combustion  of organic  materials  at  high temperature  such as coal gasification and  liquification processes,  forest  fires, vulcano  eruption,  and  waste effluent  of  industrial  processes.  In   the Cilacap  industrial areas are highly probable to find high  concentration of PAHs.  Based  on   the   chemical structure,  PAHs  have  high  lipophilicity  and  can   be accumulated  to high and potentially hazardous levels  in biological  systems including plancton. Therefore,  plancton can be used as indicator the presence of  PAHs in water.
 The  aim  of  this investigation is to  study  the bioaccumulation level of PAHs in the plankton at Cilacap waters  by measuring the ratio  of PAHs concentration  in  plankton  and water. Samples of water and plankton were taken from Donan river, Segara Anakan and Nusakambangan straits. The  PAHs were extracted and clean-up from samples and were analyzed  using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) with C18 stationary phase, gradient concentration of  acetonitrile-water  as mobil phase  and UV-Fluorometer  detectors.  In order  to  understand  the habitat of  plancton,  it  was necessary to analyze the physical-chemical parameters  of the water where the corresponding plancton lives.
 The  results have  shown  that the range of  bioaccumulation  factor  (BAF) of  PAHs were 102  up to  106.

Key words : PAH,plankton and bioaccumulation factor